Sejarah Alue Sentang



Sejarah Gampong Alue Sentang

Awal mula tahun 1960-an Gampong Alue Sentang masih di sebut Gampong Wonosari dan berubah pada Tahun 1975 yang terdiri dari 50 KK. Gampong Alue Sentang merupakan salah satu Gampong di Kecamatan Birem Bayeun, Gampong Alue Sentang berasal dari dua buah Kata Yaitu ”Alue” dan “Sentang”. Alue berasal dari bahasa Aceh yang artinya Alur atau aliran sungai, Sedangkan Sentang berasal dari bahasa Bahasa Indonesia yang berarti Kayu. Dengan demikian Alue Sentang mempunyai Arti Sungai yang di pinggiran ada terdapat kayu sentang.

Masyarakat yang tinggal di Alue Sentang didominasi oleh sebagian besar masyarakat Aceh dan Jawa. Pada tahun 1965 Mayoritas penduduk Gampong Alue Sentang masih sangat jauh dengan dunia pendidikan disebabkan akses jalan yang sangat jauh dengan daerah Kecamatan Birem Bayeun. Fasilitas-Fasilitas pendidikan pada saat itu hanya ada di daerah Kecamatan sehingga tidak mungkin saat pada masa itu penduduk Gampong Alue Sentang mengecap pendidikan karena jarak yang sangat jauh.

Pendidikan yang diperoleh penduduk rata-rata didapat dari para tokoh masyarakat dan pemuka Agama yang berdomisili di gampong Alue Sentang. Dan ketika itu tidak heran kita menjumpai karakter masyarakat gampong Alue Sentang yang masih ortodok dan fanatik. Fanatik di sini terbagi atas dua yaitu fanatik atas ajaran agama dan fanatik terhadap hukum adat istiadat.  Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dibentuknya penetapan Hukum-hukum Adat Gampong.

Keadaan perekonomian masyarakat pada tahun 1965 sampai dengan era delapan puluhan mayoritas mata pencarian adalah petani kopi. Pada tahun 1980 - an terbentuk nya 3 dusun di gampong alue Sentang yaitu: Dusun Giat, Damai dan Rukun, dan di tahun 2000 terbentuk lah 1 dusun lagi yaitu Dusun maju sampai saat ini.

Seiring dengan jumlah penduduk Gampong Alue Sentang yang terus meningkat dan serta taraf ekonomi masyarakat Gampong Alue Sentang yang semangkin meningkat pula dan didukung dengan luas Areal Gampong 18.214 Ha maka di tahun 1990 berdirilah sebuah  PT. Wira Lanow. Ltd  yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolahan kayu menjadi barang jadi untuk di ekspor hal tersebut juga memicu minat masyarakat luar untuk masuk ke Gampong Alue Sentang.

Ditahun 1997 timbul gejolak Negara dalam bentuk Reperendum Aceh dan berakhir dengan konflik senjata Aceh. Akibat konflik tersebut menimbulkan dampak negatif bagi kemajuan masyarakat Gampong Alue Sentang pada saat itu. Dampak yang terlihat di tahun 1999 sampai dengan 2004 sebelum perdamaian RI dan Aceh Infrastruktur dan sarana prasarana Gampong Alue Sentang terkategori rusak berat akibat konflik tersebut. Setelah perdamaian RI dan Aceh masyarakat Gampong Alue Sentang mulai kembali membentuk perekonomian, sarana prasarana dan infrastruktur Gampong Alue Sentang.

Pada tahun 2007 sampai dengan sekarang pertumbuhan ekonomi dan sarana pendidikan sudah mulai pulih seperti semula. Dan setelah masa konflik katagori penduduk Gampong Alue Sentang terdiri dari suku yang hetogen. Hal ini memicu daya fikir dan daya saing masyarakat Gampong Alue Sentang menjadi lebih bersaing untuk masa yang akan datang.

Gampong Alue Sentang memiliki luas wilayah yang lumayan  besar, dan daerahnya yang terletak di daerah perbukitan dan dihimpit oleh beberapa Gampong lainya yaitu Gampong Paya Tampah, Gampong Alue Gading II, Gampong Bukit Seulemak dan Blang Tualang. Jarak dari pusat Pemerintahan Kecamatan 12 Km, Jumlah penduduk Gampong saat ini di tahun 2023 + 2.610 jiwa terdiri dari  1.425 Laki-laki dan 1.185  Perempuan dengan luas wilayah 14,27 KM². 

Sejarah Kepemimpinan Gampong

  1. Ampun Usu
  2. Musiran
  3. Bahliansyah
  4. Fardiyanti
  5. Nasib
  6. Ponidi
  7. suhardi (keuchik saat ini)





Alue Sentang

Alamat
Jl. Dusun Maju Gp. Alue Sentang 24452
Phone
-
Email
[email protected]
Website
aluesentang.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

28.364